Selasa, 23 April 2013

Alat-Alat Klimatologi

  1. Anemometer
Kecepatan atau kecepatan angin diukur dengan anemometer cup, instrumen dengan tiga atau empat logam berlubang kecil belahan ditetapkan, sehingga mereka menangkap angin dan berputar tentang batang vertikal. Sebuah catatan perangkat listrik revolusi dari cangkir dan menghitung kecepatan angin. The anemometer kata berasal dari kata Yunani untuk angin, “anemos.”

Mekanikal Anemometer
Pada 1450, seni Italia arsitek Leon Battista Alberti menemukan anemometer mekanis pertama. Alat ini terdiri dari sebuah disk ditempatkan tegak lurus terhadap angin. Ini akan memutar dengan kekuatan angin, dan dengan sudut kemiringan disk kekuatan angin sesaat menunjukkan itu sendiri. Jenis anemometer yang sama kemudian kembali ditemukan oleh Inggris Robert Hookeyang sering keliru dianggap sebagai penemu pertama anemometer. Bangsa Maya juga membangun menara angin (anemometers) pada saat yang sama seperti Hooke. kredit referensi lain Wolfius sebagai re-inventing anemometer di 1709.
Piala hemispherical Anemometer
The cup anemometer hemispherical (masih digunakan sampai sekarang) diciptakan pada tahun 1846 oleh peneliti Irlandia, John Thomas Romney Robinson dan terdiri dari empat cangkir hemispherical. Cangkir diputar horizontal dengan angin dan kombinasi roda mencatat jumlah revolusi pada waktu tertentu. Ingin membangun sendiri anemometer cup hemispherical
Sonic Anemometer
Sebuah anemometer sonik menentukan kecepatan dan arah angin sesaat (turbulensi) dengan mengukur berapa banyak gelombang suara perjalanan antara sepasang transduser yang dipercepat atau diperlambat oleh pengaruh angin. The anemometer sonik ditemukan oleh ahli geologi Dr Andreas Pflitsch pada tahun 1994.
Wind Komputer “Wicom”
Pada tahun 1986, komputer angin pertama “Wicom” dilahirkan.
Fungsi Anemometer
Pengamatan unsur-unsur cuaca dan iklim memerlukan alat-alat meteorologi yang bersifat peka, kuat, sederhana dan teliti. Ditinjau dari cara pembacaannya, alat meteorologi terdiri atas dua jenis, yaitu:
1.Recording yaitu alat yang dapat mencatat data secara terus-menerus, sejak pemasangan hingga pergantian alat berikutnya. Contoh : barograf dan anemograf.
2.Non recording yaitu alat yang digunakan bila datanya harus dibaca pada saat-saat tertentu untuk memperoleh data. Contoh: barometer, ermometer dan anemometer.
Anemometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur arah dan kecepatan angin. Satuan meteorologi dari kecepatan angin adalah Knots (Skala Beaufort). Sedangkan satuan meteorologi dari arah angin adalah 0o – 360o serta arah mata angin.
3. Prinsip Kerja
Mengukur Kecepatan dan Arah Angin
Angin adalah gerakan atau perpindahan masa udara pada arah horizontal yang disebabkan oleh perbedaan tekanan udara dari satu tempat dengan tempat lainnya. Angin diartikan pula sebagai gerakan relatif udara terhadap permukaan bumi, pada arah horizontal atau hampir horinzontal. Masa udara ini mempunyai sifat yang dibedakan antara lain oleh kelembaban (RH) dan suhunya, sehingga dikenal adanya angin basah, angin kering dan sebagainya. Sifat-sifat ini dipengaruhi oleh tiga hal utama, yaitu (1) daerah asalnya dan (2) daerah yang dilewatinya dan (3) lama atau jarak pergerakannya. Dua komponen angin yang diukur ialah kecepatan dan arahnya.
Lamanya pengamatan maupun data hasil pencatatan biasanya disesuaikan dengan kepentingannya. Untuk kepentingan agroklimatologi umumnya dicari rata-rata kecepatan dan arah angin selama periode 24 jam (nilai harian). Berdasarkan nilai ini kemudian dapat dihitung nilai mingguan, bulanan dan tahunannya. Bila dipandang perlu dapat dilakukan pengamatan interval waktu lebih pendek agar dapat diketahui rata-rata kecepatan angin periode pagi, siang, dan malam.
A. Kecepatan Angin
Kecepatan angin adalah jarak tempuh angin atau pergerakan udara per satuan waktu dan dinyatakan dalam satuan meter per detik (m/d), kilometer per jam (km/j), dan mil per jam (mi/j). Satuan mil (mil laut) per jam disebut juga knot (kn); 1 kn = 1,85 km/j = 1,151mi/j = 0,514 m/d atau 1 m/d = 2,237 mi/j = 1,944 kn. Kecepatan angin bervariasi dengan ketinggian dari permukaan tanah, sehingga dikenal adanya profil angin, dimana makin tinggi gerakan angin makin cepat. Kecepatan angin diukur dengan menggunakan alat yang disebut Anemometer atau Anemograf.
Ada beberapa beberapa tipe Anemometer , yaitu :
a. Anemometer dengan tiga atau empat mangkok
Sensornya terdiri dari tiga atau empat buah mangkok yang dipasang pada jari-jari yang berpusat pada suatu sumbu vertikal atau semua mangkok tersebut terpasang pada poros vertikal. Seluruh mangkok menghadap ke satu arah melingkar sehingga bila angin bertiup maka rotor berputar pada arah tetap. Kecepatan putar dari rotor tergantung kepada kecepatan tiupan angin. Melalui suatu sistem mekanik roda gigi, perputaran rotor mengatur sistem akumulasi angka penunjuk jarak tiupan angin. Anemometer tipe “cup counter” hanya dapat mengukur rata-rata kecepatan angin selama suatu periode pengamatan. Dengan alat ini penambahan nilai yang dapat dibaca dari satu pengamatan ke pengamatan berikutnya, menyatakan akumulasi jarak tempuh angin selama waktu dari kedua pengamatan tersebut, sehingga kecepatan anginnya adalah sama dengan akumulasi jarak tempuh tersebut dibagi lama selang waktu pengamatannya.
Jenis anemometer menurut kecepatan terdiri dari :
•Anemometer piala
•Anemometer kincir angin
•Anemometer laser Doppler
•Anemometer sonik
•Anemometer bola pingpong
•Anemometer hot-wire
Jenis anemometer mnurut tekanan terdiri dari :
•Anemometer piring
•Anemometer tabung
b. Anemometer propeler
Anemometer ini hampir sana dengan anemometer di atas, bedanya hanya mangkoknya terpasang pada poros horizontal.
c. Anemometer tabung bertekanan.
Kerja Anemometer ini mengikuti prinsip tabung pitot, yaitu dihitung dari tekanan statis dan tekanan kecepatan Sehubungan dengan adanya perbedaan kecepatan angin dari berbagai ketinggian yang berbeda, maka tinggi pemasangan anemometer ini biasanya disesuaikan dengan tujuan atau kegunaannya. Untuk bidang agroklimatologi dipasang dengan ketinggian sensor (mangkok) 2 meter di atas permukaan tanah. Untuk mengumpulkan data penunjang bagi pengukuran penguapan Panci Kelas A, dipasang anemometer setinggi 0,5 m. Dilapangan terbang pemasangan umumnya setinggi 10 m. Dipasang didaerah terbuka pada pancang yang cukup kuat. Untuk keperluan navigasi alat harus dipasang pada jarak 10 x tinggi faktor penghalang seperti adanya bangunan atau pohon. Sebagian besar Anemometer ini umumnya tidak dapat merekam kecepatan angin dibawah 1 atau 2 mi/j karena ada faktor gesekan pada awal putaran.
B. Arah Angin
Yang dimaksud dengan arah angin adalah arah dari mana tiupan angin berasal. Bila angin itu datang dari Selatan, maka arah anginnya adalah Utara, datangnya dari laut, dinyatakan angin laut. Arah angin untuk angi di daerah permukaan biasanya dinyatakan dalam 16 arah kompas yang dikenal dengan istilah Wind Rose, sedangkan untuk angin di daerah atas dinyatakan dengan derajat dimulai dari arah Utara bergerak searah jarum jam sampai di arah yang bersangkutan. Bila tidak ada tiupan angin maka arah angin dinyatakan dengan kode 00 dan bila angin berasal dari titik utara dinyatakan dengan 3600. Arah angin tiap saat dapat dilihat dari posisi panah angin (Wind Vane), atau dari posisi kantong angin (Wind Sack). Pengamatan dengan kantong umumnya dilakukan dilapangan terbang. Untuk dapat memberikan petunjukan arah yang lebih mudah dilihat maka panah angin dihubungkan  dengan sistem aliran listrik sehingga posisi panah angin langsung ditunjukan oleh jarum pada kotak monitornya. Perkembangan lebih lanjut dari sistem ini menghasilkan rekaman pada silinder berpias. Panah angin umumnya dipasang bersama dengan mangkok anemometer dengan ketinggian 10 meter.
2. Campbell Stokes
 
Radiasi adalah suatu bentuk energi yang dipancarkan oleh setiap benda yang mempunyai suhu di atas nol mutlak, dan merupakan satu – satunya bentuk energi yang dapat menjalar di dalam vakum angkasa luar. Radiasi matahari yang jatuh ke bumi ini disebut insolasi. Hampir 99 % energi radiasi matahari berada di daerah gelombang pendek, yaitu antara 0,15 um dan 4,0 um, sehingga radiasi matahari dinamakan pula radiasi gelombang pendek.
Radiasi matahari dalam perjalanannya melewati atmosfer menuju permukaan bumi mengalami penyerapan (absorpsi), pemantulan, hamburan dan pemancaran kembali atau reradiasi.
Radiasi matahari yang jatuh biasanya ditaksir dengan menggunakan alat perekam penyinaran matahari yaitu dengan Campbell Stokes. Alat ini mengukur durasi atau lamanya penyinaran matahari yang cerah dan terdiri dari sebuah bola pejal yang terbuat dari gelas. Sinar matahari akan di fokuskan atau dipusatkan oleh bola gelas tadi pada sutu kertas tebal yang peka dan khusus. Pias yang berskala pada jam ini dipasang pada logam berbentuk setengah mangkok yang konsentris dengan bola gelas tersebut. Sinar matahari yang difokuskan pada pias akan membakar dan meninggalkan bekas pada pias. Durasi total penyinaran matahari cerah sepanjang siang hari di dapatkan dengan mengukur panjang total dari bekas pada pias.
 3. Evaporimeter Panci Terbuka
 
Evaporimeter panci terbuka digunakan untuk mengukur evaporasi. Makin luas permukaan panci, makin representatif atau makin mendekati penguapan yang sebenarnya terjadi pada permukaan danau, waduk, sungai dan lain-lainnya. Pengukuran evaporasi dengan menggunakan evaporimeter memerlukan perlengkapan sebagai berikut :
1. Panci Bundar Besar
Terbuat dari besi yang dilapisi bahan anti karat. Panci ini mempunyai garis tengah 122 cm dan tingginya 25,4 cm.
2. Hook Gauge
Suatu alat untuk mengukur perubahan tinggi permukaan air dalam panci. Hook Gauge mempunyai bermacam-macam bentuk, sehingga cara pembacaannya berlainan. Untuk jenis cassella, terdiri dari sebuah batang yang berskala, dan sebuah sekrup yang berada pada batang tersebut, digunakan untuk mengatur letak ujung jarum pada permukaan air dalam panci. Sekrup ini berfungsi sebagai micrometer yang dibagi menjadi 50 bagian. Satu putaran penuh dari micrometer mencatat perubahan ujung jarum setinggi 1 mm. Hook gauge buatan Perancis mempunyai micrometer yang dibagi menjadi 20 bagian. Dalam satu bagian menyatakan perubahan tinggi jarum 0,1 mm, berarti untuk satu putaran penuh, perubahan tinggi jarum sebanyak 2mm
3. Still Well
Bejana terbuat dari logam (kuningan) yang berbentuk silinder dan mempunyai 3 buah kaki. Pada tiap kaki terdapat skrup untu menyetel/ mengatur kedudukan bejana agar letaknya horizontal. Pada dasar bejana terdapat sebuah lubang, sehingga permukaan air dalam bejana sama tinggi dengan permukaan air dalam panci. Bejana digunakan selain untuk tempat meletakkan hook gauge, juga membuat permukaan air dalam bejana menjadi tenang dibandingkan dengan pada panci, sehingga penyetelan ujung jarum dapat lebih mudah dilakukan.
4. Thermometer air dan thermometer maximum/ minimum
Thermometer air merupakan jenis thermometer biasa yang dipasang tegak dengan menggunakan klem. Letak bola thermometer di bawah permukaan air. Dengan demikian suhu air dapat diketahui hanya pada waktu dilakukan pembacaan. Floating maximum dan minimum thermometer digunakan untuk mencatat suhu maximum dan minimumair yang terjadi dalam 24 jam. Pada umumnya alat ini terdiri dari sebuah pipa gelas yang berbentuk huruf U dengan dua buah bola pada kedua ujungnya. Thermometer dipasang pada rangka baja non magnetis yang terapung sdikit di bawah permukaan air oleh pelampung aluminium. Kedua bola thermometer dilindungi terhadap radiasi. Indeks dibuat dari gelas dengan sumbu besi dan mempunyai pegas sehingga dapat dipengeruhi gaya magnet. Suhu maximum ditunjukkan oleh kanan index dalam tabung atas. Suhu minimum ditunjukkan oleh ujung kanan indeks dalam tabung bawah. Magnet batang digunakan untuk menyetel kedudukan index setelah suhu dibaca
5. Cup Counter Anemometer
Alat ini dipasang sebelah selatan dekat pusat panci, dengan mangkok-mangkoknya sedikit lebih tinggi. Terutama sekali digunakan untuk mengukur banyaknya angin selama 24 jam.
6. Pondasi/ Alas
Dibuat dari kayu dicat sehingga tahan terhadap cuaca dan rayap. Bagian ata kayu dicat putih untuk mengurngi penyerapan radiasi sinar matahari
7. Penakar hujan biasa
Untuk memperoleh data curah hujan, yang digunakan dalam menentukan penguapan pada hari-hari hujan. Penakar hujan dipasang +2m dari evaporimeter.
 4. Psychrometer Bola Basah dan Bola Kering
Alat-alat untuk mengukur Relative Humidity dinamakan Psychrometer atau Hygrometer. Pada umumnya alat bola kering dan bola basah dinamakan Psychrometer. Dengan Hygrometer, Relative Humidity dapat langsung dibaca. Hygrometer ialah alat yang mencatat Relative Humidity.
Psychrometer ini terdiri dari dua buah thermometer air raksa, yaitu :
1.      Thermometer Bola Kering      : tabung air raksa dibiarkan kering sehingga akan mengukur suhu udara sebenarnya.
2.      Thermometer Bola Basah       : tabung air raksa dibasahi agar  suhu yang terukur adalah suhu saturasi/ titik jenuh, yaitu; suhu yang diperlukan agar uap air dapat berkondensasi.
Suhu udara didapat dari suhu pada termometer bola kering, sedangkan RH  (kelembaban udara) didapat dengan perhitungan:
Hal-hal yang sangat mempengaruhi ketelitian pengukuran kelembaban dengan mempergunakan Psychrometer ialah :
a.      Sifat peka, teliti dan cara membaca thermometer-thermometer
b.      Kecepatan udara melalui Thermometer bola basah
c.      Ukuran, bentuk, bahan dan cara membasahi kain
d.      Letak bola kering atau bola basah
e.      Suhu dan murninya air yang dipakai untuk membasahi kain
5. Penakar Hujan Jenis Hellman
 
Penakar hujan jenis Hellman termasuk penakar hujan yang dapat mencatat sendiri. Jika hujan turun, air hujan masuk melalui corong, kemudian terkumpul dalam tabung tempat pelampung. Air ini menyebabkan pelampung serta tangkainya terangkat (naik keatas). Pada tangkai pelampung terdapat tongkat pena yang gerakkannya selalu mengikuti tangkai pelampung. Gerakkan pena dicatat pada pias yang ditakkan/ digulung pada silinder jam yang dapat berputar dengan bantuan tenaga per. Jika air dalam tabung hampir penuh, pena akan mencapai tempat teratas pada pias. Setelah air mencapai atau melewati puncak lengkungan selang gelas, air dalam tabung akan keluar sampai ketinggian ujung selang dalam tabung dan tangki pelampung dan pena turun dan pencatatannya pada pias merupakan garis lurus vertikal. Dengan demikian jumlah curah hujan dapat dhitung/ ditentukan dengan menghitung jumlah garis-garis vertikal yang terdapat pada pias.

komik

http://komikfox.blogspot.com/2010/05/baca-komik-manga-naruto-bahasa-indo.html

Rabu, 17 April 2013

Matematika Tentang Logika Di SMA

A. Pernyataan Dan Bukan Pernyataan
  1. Pernyataan (  Kalimat Deklaratif )
                    Kalimat Deklaratif adalah suatu kalimat yang bernilai benar atau salah tetapi tidak sekaligus benar atau tidak sekaligus salah. Kebenaran berdasarkan realitas disebut kebenaran faktual, sedangkan kebenaran atau salahnya suatu pernyataan disebut nilai kebenaran.
    Contoh :
    - Rasa air laut asin   >> Pemikiran Tunggal <<
    - Putri memakai sepatu  >> Pemikiran Tunggal <<
    - 2 adalah bilangan prima  >> Pemikiran Tunggal <<
    - Palangka Raya terletak di pulau Kalimantan   >> Pemikiran Majemuk <<
  2. Bukan Pernyataan ( Kalimat Nondeklaratif )
                     Kalimat Nondeklaratif adalah kalimat yang tidak dapat ditentukan oleh nilai kebenarannya.
    Contoh:
    - Berapakah jumlah siswa se SMA se Kalimantan Tengah ?
    - Beristirahatlah jika anda lelah
  3. Kalimat Terbuka
                    Kalimat Terbuka adalah suatu kalimat yang memuat variabel dan apabila variabel tersebut diganti dengan suatu konstanta ( anggota semesta ) akan di peroleh pernyataan.
    Contoh :
    Persamaan X+5=8
  4. Hp Dari Suatu Kalimat Terbuka
                     Hp adalah himpunan yang memuat semua penyelesaian yang mungkin.
B.  Ingkaran, Konjungsi, Disjungsi, Implikasi Dan Biimplikasi
  1. Negasi or Ingkaran
    Lambangnya -p
    Contoh :
     P : Pangkalan Bun adalah ibukota kabupaten KOBAR
    -P : Pangkalan Bun bukan ibukota kabupaten KOBAR
     P : 9 + 6 < 20... ( Benar )
    -P : 9 + 6 > 20... ( Salah )
  2. Konjungsi
    Lambangnya P ^ Q dibaca P dan Q
    Contoh :
    A. P       : 5 adalah bilangan prima ( Benar )
        Q       : 5 adalah bilangan genap ( Salah  )
        P ^ Q : 5 adalah bilangan prima dan bilangan ganjil ( Salah )
    B. P        : Bung Hatta lahir di Sumatra Barat ( Benar )
        Q        : Bung Hatta meninggal di Jakarta ( Benar )
        P ^ Q  : Bung Hatta lahir di Sumatra Barat  dan meninggal di Jakarta ( Benar )

    Ingkaran konjungsi : -( P ^ Q ) adalah -P v Q
  3. Disjungsi
    Lambangnya  P v Q dibaca P atau Q
    Contoh :
    A. P       : 8 merupakan bilangan genap ( Benar )
        Q       : 8 habis dibagi 2 ( Benar )
        P v Q : 8 merupakan bilangan genap atau 8 habis dibagi 2 ( Benar )
    B. P       : 9 adalah bilangan genap ( Salah )
        Q       : 9 habis dibagi 6 ( Salah )
        P v Q : 9 adalah bilangan genap atau 9 habis dibagi 6 ( Salah )

    Ingkaran konjungsi : -( P v Q ) adalah -P ^ -Q
       
  4. Implikasi
    Lambangnya : P -> Q dibaca Jika P maka Q
    Contoh :
    A. P         : 11 adalah bilangan ganjil
        Q         : 11 adalah bilangan prima
        P -> Q : Jika 11 adalah bilangan ganjil maka 11 adalah bilangan ganjil
    B. P         : 24 + 6 = 30
        Q         : 0 adalah bilangan asli
        P -> Q : Jika 24 + 6 = 30 maka 0 adalah bilangan asli

    Ingkaran konjungsi : -( P -> Q ) adalah P ^ -Q
  5. Biimplikasi
    Lambangnya : P <-> Q  dibaca P jika  dan hanya jika Q
    Contoh :
    A. P             :  12 > 7
        Q             :  12 kuadrat = 156
        P <-> Q   : 12 > 7 jika dan hanya jika 12 kuadrat = 156
    B. P             : 0 adalah bilangan asli
        Q             : 0 kuadrat = 1
        P <-> Q   :0 adalah bilangan asli jika dan hanya jika 0 kuadrat = 1

    Ingkaran konjungsi :  P <-> Q adalah ( P  ^ -Q ) v (-P ^ Q )

Personal Identity ( Identitas diri)

                                                      PERSONAL IDENTITY
Let Me Introduce My Self :
My Full Name Is ............( Nama lengkap   )
My Nickname Is.............( Nama Panggilan )
My Age Is .....Years Old (        Umur          )  
My Address Is................(        Alamat        )
My Religion Is.................(        Agama        )
My Date Of Birth Is........(    Tanggal Lahir   )
My Place Of Birth Is.......(    Tempat Lahir   )
My Gender Is.................(     Jenis Kelamin  )
My Profession Is.............(     Profesi            )
My Type Of Blood Is.......(     Gol. Darah     )
My Phone Number Is.......(     No. Telpon    )

Soal-Soal dan Jawaban Ulangan Harian Geografi SMA Kelas X

  1. Ciri-ciri tanah yang tidak cocok untuk pertanian adalah...
    A. Tanah Alluvial                    D. Banyak mengandung humus
    B. Tanah Gembur                   E. Mudah meresap air  
    C. Banyak mengandung kapur
  2. Tanah yang terbentuk di daerah dataran banjir adalah tanah...
    A. Litosol      C. Terarosa       E. Alluvial
    B. Regosol    D. Gambut
  3. Ilmu yang mempelajari tentang tanah disebut...
    A. Demografi   C. Pedologi     E. Geomorfologi
    B. Geologi       D. Meteorologi
  4. Lahan yang belum di manfaatkan dan jika diolah akan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi untuk kebutuhan manusia disebut lahan...
    A. Potensial     C. Kritis           E. Kelas 1
    B. Subur          D. Banjir
  5. Kemampuan lahan dapat dikelompokkan menjadi.... kelas
    A. Lima            C. Tujuh          E. Sembilan
    B. Enam           D. Delapan
  6. Perbandingan antara banyaknya butiran tanah disebut Tekstur Tanah
  7. Tanah yang berciri unsur atau zat hara makanan yang terkandung di dalamnya sudah berkurang disebut tanah Tua
  8. Menanam tanaman dengan sistem berteras-teras untuk mencegah erosi tanah disebut Teras Sering
  9. Ilmu yang mempelajari tentang tanah disebut Pedologi
  10. Lahan yang tidak produktif untuk kegiatan pertanian walaupun dikelola tetapi hasilnya sangat rendah disebut Lahan Kritis
  11. Sebut & jelaskan 5 macam horizon tanah!
    Answer :

    Horizon O adalah lapisan permukaan tanah hasil sisa-sisa bahan organik baik yang masih segar maupun yang  sudah lapuk, sehingga kaya akan zat hara / humus dan tanahnya berwarna gelap
    Horizon A (Top Soil ) adalah lapisan yang berbahan organik yang lebih tinggi, berwarna keabu-abuan atau lebih gelap dibandingkan dengan horizon O
    Horizon B ( Sub Soil ) adalah lapisan berbahan organik rendah, berwarna lebih cerah dan lebih merah
    Horizon C ( Regolith ) adalah bahan induk tanah
    Horizon R ( Bed Rock ) adalah tanah yang padas atau zat bahan induk
  12. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan tanah?Answer - Material induk
    - Aktifitas biologi
    -Waktu
    - Iklim
    - Bentuk permukaan tanah
  13.  Jelaskan :A. Tanah Muda
    B. Tanah Alluvial
    C. Buffering
    Answer :

    A. Tanah Muda adalah unsur hara/zat makanan yang terkandung belum banyak sehingga belum suburB. Tanah Alluvial adalah tanah yang terbentuk disebelah daratan banjirC. Buffering adalah penanaman kembali tanaman keras
  14. Sebutkan masing-masing 2 cara pengawetan tanah secara vegetatif & mekanisAnswer :
    Vegetatif : Reboisasi dan Wind Breat ( Penanaman pohon yang dilakukan pada saat terjadi angin kencang )Mekanis : Terassering/sengkedan dan bendungan
  15. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Permeabilitasi tanah?Answer :
    Permeabilitasi tanah adalah sifat tanah yang memungkinkan air melewatinya pada berbagai laju alir tertentu

Selasa, 16 April 2013

Soal Dan Jawaban Ulangan Harian English Kelas X

  • News Item Text
                                                             Fire City In The Hotel

          There was a fire at The Plaza Hotel on Jalan Pattimura at 1:30 a.m. Last night, most of the 82 guests had already gone to bed when the fire started on the third floor. The hotel manager, Mr. Yosua, said the fire had started in a quest bedroom. A quest had fallen a sleep while smoking a cigarette. The quest was badly injured in the fire, but all the other quests escaped safely. By the time the fire department arrived, the fire had spread to the 4 th  and 5 th floors of the hotel. Mr Yosua had caused over US$ 50.000 worth of damage to the hotel.
        
        Answer the questions based on the text
    1. What is the communicative purpose of this text?
      Answer : To inform of the details of fire City in the hotel
    2.  Where was the incident happened?
      Answer :  The incident happened was the Plaza hotel on Jalan Pattimura at 1:30 a.m
    3. What was the source of the incident?
      Answer : The source of the incident was Mr. Yosua
    4.  How much the financial lost because of the fire?
      Answer : The financial lost because of the fire was US$ 50.000 worth of demage to the hotel
    5. What was the cause of the fire?
      Answer : The cause of the fire was a quest had fallen a sleep while smoking a cigarette.
  • Passive Voice
    Change these active sentences into passive voice
    1. Afina eats a bowl of bakso at the cafe
      Answer : A bowl of bakso is eaten by Afina at the cafe
    2. Haris played badminton at the yard yesterday
      Answer : Badminton was played by Haris at the yard yesterday
    3. Wilda is studying English
      Answer : English is being studied by Wilda
    4. Fauzan was typing his proposal
      Answer : His proposal was being typed by Fauzan
    5. Lisa has meet her friend at the market
      Answer : Her friend has been met by Lisa at the market
    6. Enthis had read a book in the library
      Answer : A book had been read by Enthis in the library
    7. Jimi will climb the tree
      Answer : The tree will be climbed by Jimi
    8. Laras would take this vas
      Answer : This vas would be taken by Laras

Sabtu, 13 April 2013

BANGUN RUANG

                     

             BANGUN RUANG
 


KUBUS bangun kubus Rumus Bangun Ruang (Kubus, Tabung, Kerucut, Limas)
Bangun kubus mempunyai ketentuan :
  • Terdapat 6 (enam) buah sisi yang berbentuk persegi dengan masing-masing luasnya sama
  • Terdapat 12 (dua belas) rusuk dengan panjang yang sama
  • Semua sudut bernilai 90 derajat atau siku-siku
  • Rumus Volume Kubus = rusuk x rusuk x rusuk (rusuk pangkat 3)
  • Rumus Keliling Kubus = 12 x rusuk
  • Rumus Luas Permukaan Kubus = 6 x rusuk x rusuk
  • Luas salah satu sisi = rusuk x rusuk

2. BALOK
balok Rumus Bangun Ruang (Kubus, Tabung, Kerucut, Limas)
Bangun balok mempunyai ketentuan :
Ciri-ciri BALOK,antara lain:
Ø  Balok merupakan bangun ruang yang dibatasi 6 persegi panjang dimana 3 persegi panjang kongruen,
Ø  Balok mempunyai 6 sisi berbentuk persegi panjang,
Ø  Balok mempunyai 3 pasang bidang sisi berhadapan yang kongruen,
Ø  Balok mempunyai 12 rusuk,
Ø  4 buah rusuk yang sejajar sama panjang,
Ø  Balok mempunyai 8 titik sudut,
Ø  Jaring-jaring balok berupa 6 buah persegi panjang
  • Rumus Volume Balok = p x l x t (sebenarnya sama dengan kubus, hanya saja kubus memiliki semua rusuk yang sama panjang).
  • Luas Permukaan Balok = 2 x {(pxl) + (pxt) + (lxt)}
  • Keliling Balok = 4 x (p + l + t)
  • Diagonal Ruang = Akar dari (p kuadrat + l kuadrat + t kuadrat)

3. TABUNG
tabung 150x150 Rumus Bangun Ruang (Kubus, Tabung, Kerucut, Limas)

Ciri-ciri TABUNG, antara lain:
Ø  Tabung merupakan bangun ruang berupa prisma tegak dengan bidang alas dan atas berupa lingkaran,
Ø  Tinggi tabung adalah jarak titik pusat bidang lingkaran alas dengan titik pusat lingkaran atas,
Ø  Bidang tegak tabung berupa lengkungan yang disebut selimut tabung,
Ø  Jaring-jaring tabung tabung berupa 2 buah lingkaran dan 1 persegi panjang.

Volume tabung = luas alas x tinggi

Luas alas = luas lingkaran = πr2

Volume tabung = π r 2 t

Keliling lingkaran alas/tutup = 2πr

Luas Selimut= 2πrt

Luas Permukaan Tabung = 2 x luas alas + Luas selimut tabung

Luas Permukaan Tabung = 2 (π r 2 )+ 2 π r t = 2 π r ( r + t )



Jadi rumus luas permukaan tabung adalah sebagai berikut :
 
4. KERUCUT
kurucut Rumus Bangun Ruang (Kubus, Tabung, Kerucut, Limas)

Ciri-ciri KERUCUT,antara lain:
Ø  Kerucut merupakan bangun ruang berbentuk limas yang alasnya berupa lingkaran,
Ø  Kerucut mempunyai 2 sisi,
Ø  Kerucut tidak  mempunyai rusuk,
Ø  Kerucut mempunyai 1 titik sudut,
Ø  Jaring-jaring kerucut terdiri dari lingkaran dan segi tiga.
Luas alas
Luas selimut
Luas permukaan
Volume
5. LIMAS
limas Rumus Bangun Ruang (Kubus, Tabung, Kerucut, Limas)
Ciri-ciri LIMAS,antara lain:
Ø  Limas adalah bangun ruang yang mempunyai bidang alas segi banyak dan dari bidang alas tersebut dibentuk suatu sisi berbentuk segitiga yang akan bertemu pada satu titik,
Ø  Nama limas ditentukan oleh bentuk alasnya,
Ø  Limas beraturan yaitu limas yang alasnya berupa segi beraturan,
Ø  Tinggi limas adalah garis tegak lurus dari puncak limas ke alas limas,
Ø  Macam-macam bentuk limas, antara lain:
1.    Limas segitiga     ( alasnya berbentuk segitiga )

2.    Limas segiempat  ( alasnya berbentuk segi empat )

3.    Limas segilima    ( alasnya berbentuk segilima )

4.    Limas segienam  ( alasnya berbentuk segienam )

Nama Limas
Sisi
Rusuk
Titik Sudut
Limas Segitiga
4
6
4
Limas Segiempat
5
8
5
Limas Segilima
6
10
6
Limas Segienam
7
12
1
Rumus Luas Permukaan Limas
L =  luas alas + luas selubung limas

Rumus Volume Limas
V =   1/3 ( luas alas  x  t )
Keterangan:
t : tinggi limas
6. BOLA


Ciri-ciri BOLA, antara lain:
Ø  Bola merupakan bangun ruang berbentuk setengah lingkaran diputar mengelilingi garis tengahnya,
Ø  Bola mempunyai 1 sisi dan 1 titik pusat,
Ø  Sisi bola disebut dinding bola,
Ø  Bola tidak mempunyai titik sudut dan rusuk,
Ø  Jarak dinding ke titik pusat bola disebut jari-jari,
Ø  Jarak dinding ke dinding dan melewati titik pusat disebut diameter.

  • Rumus Volume Bola = 4/3 x phi x jari-jari x jari-jari x jari-jari
  • Rumus Luas Bola = 4 x phi x jari-jari x jari-jari atau 4 x phi x r2
  • Phi = 3,14 atau 22/7
  • Rumus Luas Permukaan Bola
    L  =  4  π  r2
     
Sifat-sifat bangun datar
  • Layang-layang = terbagi atas 2 digonal yang berbeda ukurannya
  • Persegi = semua sisi-sisinya sama panjang, semua sudut sama besar, kedua diagonal berpotongan tegak lurus dan sama panjang.
  • Persegi panjang = sisi yang behadapan sama panjang, semua sudut sama besar
  • Belah ketupat = semua sisi-sisinya sama panjang, sudut yang berhadapan sama besar, kedua diagonalnya tidak sama panjang dan berpotongan tegak lurus.
  • Jajar genjang = sisi yang berhadapan sama panjang, sudut yang berhadapan sama besar
  • Lingkaran = memiliki simetri lipat dan simetri putar yang tak terhingga jumlahnya


    Source : http://pelajaran-moses.blogspot.com/